Translate

Minggu, 17 Februari 2013

GOIS MOIS....



seorang adek berumur 6 tahun. Faizah Nuraini Azzahra. nama yang selalu mengusik pikiranku kala melihat sosok anak kecil yang kulihat di sekitar kontrakan. suaranya selalu teringat saat ak pulang dia selalu berkata "mas di rumah sampai kapan, berangkat lagi kapan".
KABIASAAN

entah kenapa kalo liat orang ingdonesia itu agak aneh. mungkin termasuk aku (g biasa pake gue).kebiasaan bangun kesiangan adalah hal yang sudah biasa di kalangan mahasiswa. apalagi pengangguran. udah jangan ditanya lagi, bukan kesiangan lagi. malah kesorean. dan malemnya baru senam. kaya kalong (kampret).ini menjadi kebiasaan yang tidak kita duga menjadi pedang yang menyayat tubuh kita. (kayak samurai aj mas). memang benar ap kata pepatah, waktu adalah pedang. begitu tajam dan berbahaya.
menurut saya, kebiasaan itu muncul karena ada beberapa faktor. bukan karena tidur kemaleman, ato kasur yang terlalu nyaman. tapi karena niat kita untuk bangun g ada. buset, coba bayangin kalo orang g ada niatan buat bangun. pengennya tidur terus. semua sah-sah saja bagi setiap orang. tapi taukah temen2, kenapa kita g niat buat bangun? karena kita g ada tujuan hidup. hari ini mau ngapain? hari ini ada ap? hari ini begitu membosankan karena g ada tujuan.
tapi ada yang lebih aneh lagi temen2. kalo saya perhatikan, bahwa dulu pas kita masih bayikita selalu bangu pagi, bahkan labih pagi dari ibu kita. sungguh luar biasa bukan, kita menjadi alaram keluarga kita. begitu luarbiasanya kalo dibayangkan. ternyata dulu kita selalu bangun pagi tapi sekarang. kebanyakan orang bangun kesiangan. bahkan sholat jama'ah di masjid jarang.
bangun pagi bukanlah bencana, bangun pagi memberi kita spirit baru. menurut para peneliti. orang yang bangun pagi itu lebih bugar jasmaninya dan lebih produktif pastinya. asalkan kita niat, dan kita sudah merencanakan hidup kita. aku yakin, tidak akan adalagi mahasiswa telat. yang ada disiplin waktu dan juga semangat hidup...

FKM, 17 februari 2012, jam 22:58

Jumat, 15 Februari 2013

POLOS PEMBERANI

sebuah masjid yang sederhana tetapi memiliki daya tarik tersendiri. bukan karena desain arsitekturnya yang megah ataupun ornamennya yang modeern. tidak ada kaligrafi yang mencolok di dalam masjid. apalagi fasilitas yang bisa membuat jama'ah nyaman di masjid, yang justru malah sering menjadi tempat tidur orang-orang jika sedang malas. bukan iktikaf. masjid ini hanya memiliki cat putih dengan tempat wudlu di kiri dan kanan bangunan. serta teras dengan ubin hijau yang sudah agak kusam.
tapi ada hal yang menarik ketika datang ke masjid ini atau sering disebut masjid Istiqomah. anak-anak yang sering bermain di masjid menunggu datangnya adzan. ada 4 orang anak kecil yang datang bersama. dan ada satu anak yang paling kecil, dia terlihat polos dan lugu. namun saya salut padanya. suara adzan yang terdengar dari kos-kosanku ternyata adalah suaranya. tidak perlu tau siapa namanya, yang jelas kepolosan dan keberaniannya sungguh patut diacungi jempol. bayangkan, muadzin disitu rata-rata adalah orang tua. dan sekarang yang adzan adalah seorang anak kecil. dia datang paling awal bersama 3 teman lainnya. dan dia terlihat bersemangat melantunkan adzan. bukan suara yang merdu. tetapi orang-orang tersenyum kecil kepada anak itu karena keberaniannya. dia berbeda dengan anak-anak yang lain.
menjadi seseorang yang langka atau yang saya maksud leader. sebenarnya semua punya kesempatan yang sama untuk menjadi berbeda. kadang harimaupun enggan memakan daging yang siap santap saat dia sangat lapar. itu sebenernya hal yang aneh menurut saya. sama seperti manusia, ada kesempatan emas untuk berubah. tetapi enggan untuk melakukannya. mulai sekarang. pembaca yang kece. mulailah sesuatu dengan niat yang kuat (affirmasi niat), jangan takut tidak bisa. karena kesempatan itu sangat langka dan mungkin hanya satu kali....

gazebo FKM jam 11.05 WIB
sabtu 16 februari 2013,

Kamis, 13 September 2012

Tanda

Siang menjelang sore. Matahari mulai surut, dan panas mulai berganti sejuk. Suara jidur(red.bedug) mulai gagah berkaitan antar masjid. Sebuah tanda kebahagiaan. Sebuah tanda kesedihan pun ada. Bahagia karena ini adalah momen besar untuk silaturahmi. Semua orang berkorban untuk saling berbagi senyum dan maaf. Bagaimana tidak, setelah kerja keras tanpa tau lelah langsung pergi pulang untuk bertemu sanak saudara.
Malam pun datang, selepas isya. Semua anak anak berkumpul. Bersahut sahutan mengumandangkan takbir. Menyodorkan obor tanda kemenangan. Memukul jidur untuk menambah semangat dengan takbir yang lantang. Berjalan keliling desa seolah mengabarkan bahwa esok kita akan menang bersama, bahagia bersama, senang bersama.
Satu hal yang saya takjub. Kita berjalan tanpa sibuk dengan dunia masing masing (red.gadget). Semuanya berjalan bersama, menjadi pusat perhatian. Semua orang kaya dan miskin menyapa. Seolah mereka sadar bahwa kabar kemenangan ini harus mereka bagi bersama keluarga, teman, saudara. Melihat bagaimana yang sebenarnya hati ini inginkan adalah soal kebersamaan. Soal silaturahmi. Soal persaudaraan. Bukan soal gadget, juga bukan soal hak asasi.
Semoga tradisi takbir keliling akan terus terjaga. Dan semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan taun depan.. aamiin...


EPIDEMIOLOGI

Pertamakali mendengar kata epidemiologi apa yang terbayang dipikiran anda? Penyakit menular, mematikan, mengerikan, lingkungan yang kotor dan penuh wabah. Itu memang benar, tetapi mari kita liat sejenak arti kata epidemiologi. “Epidemiologi” berasal dari dari kata Yunani epi= atas, demos= rakyat, populasi manusia, dan logos = ilmu (sains), bicara. Secara etimologis epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan peristiwa yang banyak terjadi pada rakyat, yakni penyakit dan kematian yang diakibatkannya yang disebut epidemi.
Sekarang ini di Indonesia banyak sekali kematian yang berasal dari penyakit baik yang menular atauapun yang berasal dari sanitasi lingkungan atau hygieni. Hal yang mendasar dari menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia adalah perilaku kesehatan masyarakat dan kesadaran akan pentingnya hygieni yang nantinya akan menambah tingkat kesehatan masyarakat. Harus ada seseorang yang bisa untuk menyadarkan masyarakat dan juga mencari tahu akan adanya bahaya pandemi di masyarakat. Dan yang seharusnya bisa menjadi agen perubah adalah kita sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat. Bekal yang utama sebagai modal utama dalam menyelesaikan masalah pandemi di masyarakat adalah epidemiologi.
  Kata “epidemiologi” digunakan pertama kali pada awal abad kesembilanbelas (1802) oleh seorang dokter Spanyol bernama Villalba dalam tulisannya bertajuk Epidemiología Española (Buck et al., 1998). Tetapi gagasan dan praktik epidemiologi untuk mencegah epidemi penyakit sudah dikemukakan oleh “Bapak Kedokteran” Hippocrates sekitar 2000 tahun yang lampau di Yunani. Hippocrates mengemukakan bahwa faktor lingkungan mempengaruhi terjadinya penyakit. Dengan menggunakan Teori Miasma Hippocrates menjelaskan bahwa penyakit terjadi karena “keracunan” oleh zat kotor yang berasal dari tanah, udara, dan air. Karena itu upaya untuk mencegah epidemi penyakit dilakukan dengan cara mengosongkan air kotor, membuat saluran air limbah, dan melakukan upaya sanitasi (kebersihan). Teori Miasma terus digunakan sampai dimulainya era epidemiologi modern pada paroh pertama abad kesembilanbelas.

 Pertengahan abad kesembilan belas terjadi wabah kolera di London. Seorang dokter anestesi bernama John Snow melakukan serangkaian investigasi untuk mengetahui penyebab wabah tersebut antara 1849 dan 1854. Dalam investigasi itu Snow mengamati banyak kematian terjadi pada populasi yang menggunakan sumber air dari pompa air di Broad Street London. Air tersebut disuplai oleh sebuah perusahaan air minum yang menggunakan air di bagian Sungai Thames yang tercemar limbah. Snow menemukan, angka kematian karena kolera pada populasi yang menggunakan air minum tersebut lebih tinggi daripada populasi yang tidak menggunakan air minum itu. Snow menyimpulkan, air minum tercemar merupakan penyebab epidemi kolera. Berdasarkan hasil investigasi Snow, otoritas di London menutup pompa air Broad Street untuk memutuskan transmisi, tidak lama kemudian epidemi kolera berhenti.
Seorang tokoh menyatakan " the core science of public health."  Beliau berpendapat bahwa epidemiologi adalah ilmu inti dari Kesehatan Masyarakat.  Karena epidemiologi mempelajari penyakit dari mulai faktor hingga penyebarannya. Dalam bukunya B. Burt Gerstman yang berjudul Epidemiology kept simple B.B. Gerstmen menyebutkan bahwa inti ilmu Kesehatan Masyarakat adalah Epidemilogi. (Gertsman 1998)

Referensi
Budiarto, Eko.2003. Pengantar Epidemiologi.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC