Translate

Selasa, 22 April 2014

Mencari Tujuan

Sekarang saya adalah mahasiswa. ya seorang mahasiswa yang sedang berjuang. Berjuang untuk apa? Ini yang menjadi pertanyaan yang sangat mengganjal. Tujuan dari semua ini apa? Belajar-belajar-belajar...lalu setelah itu? Apa yang akan kita lakukan? Cari kerja di perusahaan besar? Cari kerja di bank? Cari kerja di industri? Setelah kerja, menikah dengan perempuan idaman (ini bagian yang ditunggu J)...tapi apakah semua itu tujuannya?
Pernah saya mendapat pengalaman dari Murobiku. Yah, saya bingung dengan tujuannya? Apa yang dia tuju mungkin belum bisa saya nalar. Mencari makna hidup yang sesungguhnya. Dan kuliah sampe sekarang masih belum diurus. Tapi dia santai saja. Bukan berarti dilupakan. Tapi ada sesuatu yang membuatnya masih bertahan disini.
Saya bertanya-tanya dalam diri saya sendiri, apa sih yang seharusnya saya dapatkan disini? Jikapun saya lulus apakah ada sesuatu yang bakal saya tinggalkan untuk orang lain? Jikapun saya sudah lulus apakah akan ada yang mengenang saya? Yah, setiap orang memang patut dikenang. Setiap orang adalah istimewa. Itulah manusia, punya banyak perbedaan yang unik dan punya kemampuan untuk mencipta.
sekarang adalah waktumu untuk melakukan banyak hal. jangan sia-siakan. setiap masalah yang muncul menjadi proses yang begitu berharga yang akan selalu dikenang. tak usah risaukan kesalahan kita. karena manusia akan terus berusaha untuk memperbaiki diri. selalu berikan yang terbaik. dan saya bangga ada disini. dikampus ini, di organisasi ini. bersama kawan yang memberi banyak pelajaran dan berbagi banyak hal. karena kita akan selalu menginginkan hal seperti ini kelak. 
Setiap mahasiswa pasti punya sebuah arti untuk hidup di kampus. Mari berjuang semaksimal mungkin untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan memberikan sebanyak-banyaknya. Bukan sekedar ilmu, tetapi sebuah arti untuk kehidupan yang sebenarnya. Buatlah ukiran sejarah, buatlah kenangan indah, buatlah hidupmu lebih berarti mulai dari sekarang...

Rabu, 23 april 2014
Pukul  01.14 WIB


sembari muhasabah meluruskan niat..

Minggu, 20 April 2014

ORGANISATORIS

saya sangat bangga dengan orang yang jadi organisaToris. bukan untuk jadi keren atau dielu-elukan orang. tapi karena rasa ingin yang besar untuk belajar, berkomunikasi, memberikan segenap tenaganya untuk membuat sebuah perubahan kecil. bukan untuk dirinya. tapi untuk orang lain, yang mungkin orang itu tak akan merasa terbantu oleh dia. bukan sebuah kepuasan karena bisa menyelesaikan proker. lebih dari itu, rasa kekeluargaan serta melihat orang lain lain tersenyum puas adalah rasa puas itu sendiri. suatu saat ketika beban terasa berat, hampir-hampir beban yang ingin meledak ini menggoncang organisaoris. tapi ada keluarga yang siap membantu untuk menyelesaikan beban itu. saya salud dengan organisatoris. berusaha mengerti walau kadang salah paham. berusaha memperbaiki diri karena dia tahu dirinya sedang keluar dari jalur. dari siapa lagi organisatoris belajar banyak tentang hidup bersama kalau bukan dari kerja dan keluarga baru di organisasinya.

SALAM PERJUANGAN

Jumat, 14 Februari 2014

di zaman dulu ayam tidaklah selalu ayam
kapan saja ayam bisa menjadi bebek, tergantung kepentingan
di jaman dahulu kambing tak selalu kambing
setiap saat kambing bersedia menjadi anjing
kalau ternyata partai anjing yang lebih siap diajak maling

ayam tak hanya pandai berkokok
ia sanggup juga menggonggong,
asalkan itu yang diperlukan
anjing tak hanya siap mengonggong
ia juga siap berkokok,
asalkan itu yang menguntungkan

seekor ayam yang berada di sebuah kandang ayam
pada saat yang sama ia sudah menjadi bagian dari rombongan bebek
seekor ayam yang belum selesai berkokok di gedung dewan ayam
memasang gambarnya di pinggir-pinggir jalan tidak sebagai ayam
ayam sanggup tampil sebagai hewan apapun yang dia perlukan..
(Emha Ainun Nadjib)

Mencari Jiwa Pemimpin

Pemimpin berbeda dengan penguasa...jika dilihat dari konotasinya. Pemimpin adalah orang yang mampu mengajak orang lian untuk melakukan sesuatu hal. Bukan dengan nafsu mencari nama atau yang lainnya, tetapi lebih condong memberi teladan bagi yang dipimpin. Sedangkan penguasa saya berpandangan bahwa orang tersebut lebih berorientasi pada kedudukan. Mempertahankan jabatan, menggunakan nafsu untuk merealisasikan tujuannya.
Saya teringat seorang pemuda yang bernama al fatih. Pemimpin mudah yang luar biasa. Saya sempat merenung sebentar, melihat bagaimana seorang pemuda bisa menjadi jendral perang memimpin pasukan Islam melewati benteng terbaik pada masa itu. Dan menaklukan konstantinopel. Suatu hambatan besar dan butuh sebuah keyakinan baja untuk mendobrak pesimisme. Hampir tidak bisa dinalar oleh otak waras. Tapi janji Rosullulloh SAW itu selalu benar. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” 
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
Sempat saya pergi ke stadion jatidiri semarang. Melihat para pemuda yang begitu riuh mendukung tim kesayangannya. Begitu semangat para pemudanya melihat tim kesayangannya bertanding. Sepertinya gtidak kalah semangatnya dengan tentara al fatih. Tapi ini bukan al fatih, ini bukan tentara terbaik, ini bukan untuk Illahi. Lagi-lagi ketika kita masuk ke dalam kerumunan itu, kita lihat setiap perilaku dan sikap mereka. Sangat percaya diri dengan rokok dan aksesorisnya. Ada yang ditindik, ada yang pake kalung, tapi g sedikit yang pake baju biasa-biasa.
Jika semangat itu untuk sebuah perubahan, jika riuhnya teriakan mereka untuk membela kebenaran, ketika itu keyakinanku mulai memikirkan bagainana hebatnya negeri ini. Entah bayangan itu selalu ada. Ingin rasanya melihat semua itu. Mulai dari diri sendiri. Seperti membangun sebuah pondasi, al fatih pernah diperlihatkan kota konstantinopel dari kejauhan oleh ayahnya dengan menunjuknya dan itu adalah kota yang akan ditaklukan. Mempelajari berbagai ilmu dunia dan akherat.

Yah, pemimpin itu teladan bagi yang lain, pemimpin itu tidak sendiri, pemimpin itu punya pondasi kuat, pemimpin itu mengubah menuju kebaikan bersama. 

Sabtu, 02 November 2013

terus belajar

kali ini benar-benar bingung untuk memulai membuat sebuah tulisan di blog ini. setelah sekian lama tak membuat tulisan. rasanya kepekaan ini kepada lingkungan ini semakin berkurang. seperti otot yang mereduksi karena tak pernah digerakan. seperti pisau yang tumpul karena jarang dipakai. seperti orang dipenjara jika dia terus terusan dikekang oleh zona nyaman ini. sadar g sadar, ternyata pereduksian ini membuat diri ini semakin kecil. yah, tetaplah berkembang kawan dan teruslah belajar.
setelah menjadi moderator dalam LKMM PD FKM dengan tema 'sikap kritis' aku sadar beberapa hal. ternyata kemampuan public speakingku mereduksi, wawasan yang aku punya ternyata sangat kecil. bukanlah menyesali keadaan. tetapi aku melihat lebih luas lagi tentang diriku ini.
Draft 2 taun lalu..

Rabu, 09 Oktober 2013

TRY TO BELIEVE..

seperti pohon yang tumbuh lebat. akarnya menghujam kedalam tanah, daunnya teduh menyjukan, batangnya kokoh tak roboh oleh badai, dan buahnya manis dan segar. terasa tenang jika bisa duduk dibawahnya. menikmati oksigen segar yang masuk ke paru, melihat sinar matahari lewat celah daun yang lebat, rasanya sungguh damai hidup ini. sempat terfikirkan dalam benak ini bagaimana proses pertumbuhan pohon ini? mengapa bisa sebesar dan sehebat ini?
sebuah pohon mulai bertunas dan tumbuh menjadi besar tidak semudah yang  dibayangkan. tunas yag mulai tumbuh terkadang terinjak dan tak bisa tumbuh lagi. batang yang masih kecil kadang terkoyak oleh badai. begitupn hidup ini, tak semudah memesan serabi di pagi hari. tinggal bayar langsung kenyang. Ini adalah proses yang panjang. akan banyak kaki yang mungkin menginjak dan badai yang akan mengoyak.tapi ini adalah proses. Transisi menuju kedewasaan. orang-orang yang mampu melewati ini adalah orang yang hebat. yang akan berdedikasi untuk kebaikan orang lain. yang akan memberi kesejukan bagi setiap orang yang bersamanya.
ketika usaha sudah dilakukan, hanya doa yang akan mengantarkan sampai tujuan. berharap setiap tetesan keringat menjadi mutiara. setiap langkah menjadi pahala. dan setiap kata menjadi doa. dalam setiap akhir usaha pasti ada hasil. entah sukses atau gagal. tapi cobalah untuk percaya bahwa setiap usaha tak pernah sia-sia. apakah kamu pikir ini hanya mainan yang tiada guna? bahkan Allah melihat amalan orang bukan dari hasilnya. tetapi prosesnya. percayalah bahwa besok kamu akan menjadi pohon lebat. percayalah bahwa kamu adalah HEBAT...

kontrakan, timoho
jam 00.40, samping manusia
yg lagi tidur..#ngorok..:)

Minggu, 17 Februari 2013

GOIS MOIS....



seorang adek berumur 6 tahun. Faizah Nuraini Azzahra. nama yang selalu mengusik pikiranku kala melihat sosok anak kecil yang kulihat di sekitar kontrakan. suaranya selalu teringat saat ak pulang dia selalu berkata "mas di rumah sampai kapan, berangkat lagi kapan".